YOGYAKARTA – Suasana Pasar Ngasem akhir pekan ini terasa berbeda. Aroma rempah dari berbagai racikan jamu tradisional memenuhi kawasan tersebut dalam gelaran Festival Jamu Nusantara yang berlangsung pada 4-5 Juli 2026.
Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival yang menjadi wadah promosi dan edukasi bagi pelaku usaha jamu tradisional di Kota Gudeg itu.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, jamu bukan sekadar minuman tradisional, tetapi warisan budaya yang perlu terus dijaga dan dikembangkan di tengah perubahan zaman.
“Jamu adalah bagian dari kekayaan budaya kita yang harus terus dikenalkan kepada masyarakat, termasuk generasi muda,” kata Hasto, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, salah satu keunggulan jamu terletak pada penggunaan bahan-bahan alami, termasuk pewarna dari alam yang lebih aman bagi kesehatan dibandingkan bahan sintetis. Karena itu, budaya minum jamu dinilai masih relevan sebagai bagian dari pola hidup sehat masyarakat saat ini.
Hasto berharap jamu tidak hanya identik dengan kalangan orang tua. Ia mendorong para pelaku UMKM untuk menghadirkan inovasi agar produk jamu lebih dekat dengan anak muda, baik melalui kemasan, cara penyajian, maupun strategi promosi yang mengikuti perkembangan zaman.
“Jamu juga harus bisa menyasar anak-anak muda. Kemasan, penyajian, dan cara promosinya harus mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Jamu Nusantara, Sihab Ardi, mengatakan festival diikuti 15 stan UMKM jamu dari Yogyakarta. Sebanyak sekitar 1.000 porsi jamu disiapkan untuk dinikmati masyarakat dan pengunjung.
Menurut Sihab, festival ini tidak hanya menjadi sarana penjualan produk, tetapi juga ruang edukasi mengenai manfaat minuman herbal tradisional sekaligus upaya pemberdayaan UMKM jamu lokal.
Ia berharap Festival Jamu Nusantara dapat menjadi agenda rutin di Yogyakarta dan semakin memperkuat citra kota ini sebagai pusat budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif berbasis kesehatan dan tradisi.
