YOGYAKARTA – Perwakilan 14 kemantren di Kota Yogyakarta akan mengambil bagian dalam Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 yang digelar pada 7 Oktober mendatang. Pawai budaya tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta.
Setiap kemantren akan membawakan tema pertunjukan berbeda berdasarkan cerita pewayangan. Meskipun memiliki karakter masing-masing, seluruh penampilan akan disusun menjadi satu rangkaian cerita yang terhubung di bawah tema besar “Gana Kalajaya”.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati menjelaskan, Gana Kalajaya menggambarkan Ganesha dalam versi wayang. Tokoh itu menjadi simbol pengetahuan, kebijaksanaan, dan kecerdasan yang dinilai sesuai dengan identitas Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan.
Sekitar 2.000 orang diperkirakan terlibat dalam WJNC tahun ini. Kepala Bidang Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yurnelis Piliang mengatakan, peserta tidak hanya berasal dari 14 kemantren, tetapi juga mencakup penari profesional dan perwakilan sejumlah daerah.
Potensi seni dan budaya dari masing-masing wilayah akan ditampilkan melalui tarian, kostum, musik, serta properti pertunjukan. Peserta juga diarahkan menggunakan bahan-bahan daur ulang dalam pembuatan properti sesuai tema yang dibawakan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memasukkan edukasi lingkungan ke dalam karnaval. WJNC diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi turut memberikan tuntunan mengenai kebersihan, pemilahan sampah, dan pemanfaatan kembali barang bekas.
Edukasi serupa sebelumnya telah dilaksanakan melalui program Setu Sinau di Malioboro selama Juli hingga September 2026. Salah satu kegiatannya berupa pembuatan topeng wayang berbentuk gajah dengan memanfaatkan kalender dan kardus bekas.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, WJNC 2026 akan berlangsung di sepanjang Jalan Malioboro. Peserta diberangkatkan dari kawasan DPRD DIY, tampil di depan Kompleks Kepatihan, kemudian menyuguhkan pertunjukan utama di Titik Nol Kilometer.
Pemkot Yogyakarta juga akan menyiapkan rekayasa lalu lintas, kantong parkir, dan sarana pengelolaan sampah. Rute yang lebih panjang diharapkan memberikan ruang lebih luas bagi warga dan wisatawan untuk menikmati pertunjukan secara aman dan nyaman.
