YOGYAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam pelayanan kesejahteraan sosial. Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menegaskan, semangat gotong royong harus terus dijaga sebagai fondasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Wawan saat menghadiri peringatan HUT ke-51 PSM DIY di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, para anggota PSM telah menunjukkan dedikasi luar biasa melalui pengabdian tanpa pamrih kepada masyarakat. Menjadi pekerja sosial, kata dia, membutuhkan kepedulian, keikhlasan, serta komitmen untuk membantu sesama.
“Panjenengan semua adalah orang-orang hebat. Menjadi pekerja sosial berarti tidak lagi hanya memikirkan diri sendiri, tetapi lebih memfokuskan bagaimana membantu sesama. Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa,” ujar Wawan.
Ia mengatakan budaya gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakat Yogyakarta harus terus dihidupkan sebagai kekuatan menghadapi berbagai tantangan sosial. Karena itu, sinergi antara pemerintah, PSM, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat.
Wawan juga mendorong PSM agar terus menghadirkan inovasi dalam menjalankan pelayanan sosial. Menurutnya, persoalan sosial semakin kompleks sehingga membutuhkan penanganan yang cepat, kolaboratif, dan berkelanjutan.
“Penyelesaian masalah sosial bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau Dinas Sosial semata, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kolaborasi menjadi kunci untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan sosial, termasuk mengupayakan peningkatan anggaran pada 2027 agar pelayanan yang dilakukan para pekerja sosial semakin optimal.
Sementara itu, Ketua PSM DIY Anton Sutopo mengatakan para relawan PSM selama 51 tahun terus hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi. Salah satu contoh terbaru adalah penanganan seorang warga asal Semarang yang meninggal dunia di Kota Yogyakarta. Berkat koordinasi cepat bersama berbagai pihak, proses penanganan hingga pemulangan jenazah dapat berjalan dengan baik.
“Semua itu kami lakukan tanpa pamrih. Tujuan kami hanya satu, yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Anton.
Momentum HUT ke-51 PSM DIY diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian para pekerja sosial sekaligus mempererat kebersamaan dalam membangun kesejahteraan sosial di Yogyakarta.
