YOGYAKARTA – Kolaborasi Baznas Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, dan Kustomfest berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1,029 miliar untuk program bedah rumah tidak layak huni serta bantuan pendidikan bagi warga kurang mampu. Aksi bersama tersebut menjadi salah satu wujud gotong royong dalam momentum HUT ke-270 Kota Yogyakarta.
Di tengah pelaksanaan program sosial tersebut, Baznas Kota Yogyakarta meraih penghargaan Baznas Kota Terbaik dalam Grand Baznas Award 2026. Penyerahan penghargaan berlangsung di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Ketua Baznas Kota Yogyakarta Abdul Samik menerima penghargaan dari Pimpinan Baznas RI Bidang Riset Pengembangan Perencanaan dan Inovasi, Syarifuddin. Capaian itu menjadi tambahan semangat bagi lembaga tersebut untuk melanjutkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Abdul Samik menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung program Baznas. Ia menyebut kepercayaan pemerintah daerah, para muzaki, mitra, mustahik, dan masyarakat sebagai bagian penting dari perjalanan lembaga.
Penghimpunan donasi untuk kebutuhan rumah dan pendidikan menunjukkan bentuk dukungan yang diarahkan pada persoalan keseharian warga. Melalui kolaborasi tersebut, dana yang terkumpul diperuntukkan bagi perbaikan hunian tidak layak serta dukungan pendidikan masyarakat kurang mampu.
Program itu sejalan dengan semangat Otentik, Konkret yang diusung dalam peringatan ulang tahun Kota Yogyakarta. Gotong royong diwujudkan melalui penghimpunan dukungan untuk kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Abdul Samik menegaskan bahwa Baznas Kota Yogyakarta akan terus memperkuat kontribusinya dalam membantu pemerintah daerah menurunkan angka kemiskinan. Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan resolusi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas.
“Kami berkomitmen untuk melaksanakan Resolusi Rakornas Baznas ini dalam rangka membantu Pemerintah Kota Yogyakarta menurunkan angka kemiskinan dengan akselerasi 13 program prioritas Baznas RI beserta inovasi program Baznas Kota Yogyakarta sendiri,” jelasnya.
Selain melanjutkan program pemberdayaan, Baznas Kota Yogyakarta berkomitmen menjaga tata kelola pengumpulan dan penyaluran dana. Penerapan standar manajemen mutu ISO 9001:2015 menjadi bagian dari upaya mempertahankan pengelolaan yang profesional dan transparan.
Pengelolaan zakat juga dijalankan dengan prinsip aman secara syariat, aman NKRI, dan aman regulasi. Prinsip tersebut menjadi pegangan dalam menjalankan amanah masyarakat.
Baznas Kota Yogyakarta berharap kepercayaan para pemberi zakat, infak, dan sedekah terus mendukung keberlanjutan program sosial. Penghargaan yang diraih menjadi dorongan untuk memperluas manfaat bagi warga sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.
