KOTA YOGYAKARTA – Kemantren Kraton meraih juara pertama Festival Babad Siti Kemantren #4 setelah dinilai berhasil menggali dan mengemas potensi wilayah melalui program Jelajah Budaya. Penghargaan diserahkan dalam acara Apresiasi Budaya di Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu (5/9/2026).
Selain Kemantren Kraton, penghargaan diberikan kepada Kemantren Jetis sebagai juara kedua dan Kemantren Mergangsan sebagai juara ketiga. Kemantren Gedongtengen menempati posisi juara harapan pertama, sementara Kemantren Mantrijeron meraih juara harapan kedua. Para pemenang memperoleh sertifikat penghargaan dan uang pembinaan.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti menjelaskan, pemberian apresiasi ditujukan untuk memotivasi seluruh kemantren agar program budaya yang telah dirintis tidak berhenti setelah festival selesai.
“Ini merupakan salah satu cara kami untuk memotivasi agar ke depan apa yang kita lakukan tidak hanya berhenti pada saat event, tetapi juga bisa menjadi aktivitas yang berkelanjutan,” kata Yetti.
Dalam program Jelajah Budaya, Kemantren Kraton mengangkat konsep wisata bersepeda mengelilingi Benteng Baluwerti Keraton Yogyakarta. Peserta diajak mengunjungi sejumlah situs yang belum banyak diketahui masyarakat, salah satunya Plososari yang masih berkaitan dengan kompleks Tamansari, tetapi berada di tengah permukiman warga.
Tim produksi Babad Siti Kemantren Kraton, Icha Khaligi Yogiswara, menyebut kegiatan tersebut menjadi uji coba untuk pengembangan wisata budaya berbasis masyarakat. Jelajah sepeda akan dilanjutkan bersama mitra dan Karang Taruna Kemantren Kraton yang dipersiapkan sebagai pemandu wisata.
Festival tersebut juga menandai peluncuran situs web Babad Siti Kemantren. Laman itu berisi alur cerita dan berbagai aktivitas budaya dari 14 kemantren. Kehadirannya diharapkan mampu memperkenalkan narasi serta identitas budaya setiap wilayah secara lebih utuh kepada masyarakat luas.
