KOTA YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta memperkuat pendampingan terhadap 28 UMKM kuliner melalui kegiatan Kurasi Kualitas Produk UMKM. Program ini diarahkan untuk meningkatkan mutu produk dan memperbesar peluang kerja sama dengan calon pembeli maupun mitra usaha.
Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (PerinkopUKM) Kota Yogyakarta menghadirkan ahli pangan, praktisi industri, dan pendamping dalam proses kurasi. Produk yang dinilai terbagi dalam tiga kategori, yaitu bakpia, minuman rempah, dan camilan ringan.
Kepala Dinas PerinkopUKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, mengatakan kemampuan UMKM untuk berkembang sangat dipengaruhi kesiapan produk dalam memenuhi kebutuhan pasar. Pelaku usaha perlu menjaga kualitas rasa, memperbaiki kemasan, dan memenuhi standar yang dipersyaratkan calon mitra.
“Rumah kita besar, pasar kita luas. Yuk kita siapkan bersama-sama agar UMK Jogja bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.
Para peserta diminta membawa sampel produk dan memaparkan keunggulan usahanya di hadapan kurator. Tim kemudian mengevaluasi rasa, keamanan pangan, konsistensi mutu, legalitas, kemasan, serta kemampuan produksi untuk memenuhi permintaan pasar.
Salah satu peserta, Dwi Sudiantono, mengaku memperoleh banyak masukan mengenai standar yang dicari pembeli. Pemilik Gubug Rempah tersebut berencana menindaklanjuti evaluasi dengan memperbaiki produk dan kemasan yang masih perlu dikembangkan.
Pelaku usaha lainnya, Maharani dari Griya Bakpia, berharap produk yang lolos kurasi dapat memperoleh kesempatan lebih besar untuk mengikuti pameran dan kegiatan promosi. Usaha yang dirintis sejak 2009 itu telah memiliki Nomor Induk Berusaha, izin Pangan Industri Rumah Tangga, serta sertifikat halal.
Pemkot Yogyakarta menargetkan kurasi menghasilkan tindak lanjut berupa akses pemasaran dan kemitraan. Produk yang dinilai memenuhi standar akan lebih siap ditawarkan kepada ritel modern, hotel, kafe, toko oleh-oleh, serta jaringan pembeli lainnya.
