YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat layanan kesehatan untuk menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia). Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan pelayanan paliatif berbasis rumah (hospital at home) guna mendukung penanganan pasien penyakit kronis secara lebih menyeluruh.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat menghadiri Seminar Hybrid Nasional bertajuk Completing the Puzzle of Palliative Care: A Multidisciplinary Approach to Holistic Care di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, Jumat (10/7). Seminar yang berlangsung pada 10–11 Juli 2026 itu diselenggarakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan Suluh Kasih Bangsa bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM), dan RS Bethesda Yogyakarta.
Hasto mengatakan, Kota Yogyakarta saat ini memasuki fase aging population dengan sekitar 17,8 persen penduduknya merupakan lansia. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan jumlah penderita penyakit kronis seperti stroke dan penyakit kardiovaskular yang membutuhkan pendampingan jangka panjang.
Menurutnya, pelayanan paliatif tidak lagi dipahami sebagai layanan bagi pasien di akhir hayat, melainkan pendampingan komprehensif sejak seseorang didiagnosis menderita penyakit serius. Karena itu, konsep hospital at home menjadi salah satu solusi agar pasien tetap memperoleh perawatan berkualitas tanpa harus terus menjalani rawat inap.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Yogyakarta mengembangkan program satu kelurahan satu bidan atau satu perawat yang diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan berbasis rumah. Di sisi lain, upaya promotif dan preventif juga terus dilakukan melalui skrining kesehatan lansia.
Hingga Juni 2026, sebanyak 36.428 lansia di 45 kelurahan telah mengikuti pemeriksaan kesehatan. Data hasil skrining tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan dan pelayanan kesehatan yang lebih tepat sasaran, termasuk pelayanan paliatif.
Direktur Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta sekaligus Wakil Direktorat Pelayanan Kesehatan YAKKUM, Edy Wibowo, menegaskan pelayanan paliatif membutuhkan sinergi lintas sektor karena mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual pasien beserta keluarganya.
Seminar ini diikuti sekitar 120 peserta secara langsung dan lebih dari 1.500 peserta secara daring. Selain menghadirkan narasumber nasional dan internasional, kegiatan juga diisi sesi kolaboratif untuk memperkuat jejaring pelayanan paliatif multidisiplin sebagai bagian dari pengembangan sistem kesehatan yang lebih holistik di Indonesia.
