SEDULUR JOGJA– Akademi Inovasi Indonesia (AII) mencatat prestasi nasional dengan menjadi perguruan tinggi dengan jumlah permohonan Desain Industri terbanyak di Indonesia sepanjang 2025. Pengakuan tersebut diumumkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual pada 19 Mei 2026.
Berdasarkan data resmi, AII menempati posisi pertama dengan 588 permohonan desain industri. Jumlah tersebut melampaui sejumlah perguruan tinggi besar nasional, termasuk UPN Veteran Jawa Timur di peringkat kedua dengan 335 desain serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember di posisi ketiga dengan 286 desain.
Capaian ini dinilai menonjol karena AII baru berdiri pada 2023 dan saat ini memiliki sekitar 100 mahasiswa aktif. Meski memiliki jumlah sivitas akademika yang relatif terbatas, kampus tersebut mampu menghasilkan inovasi dalam jumlah besar yang telah masuk tahap produksi dan dipasarkan secara komersial.
Wakil Direktur Bidang Inovasi dan Kerja Sama AII, Fajrul Falah menyebut capaian tersebut menjadi bukti kuatnya budaya inovasi yang dibangun melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan mitra industri.
Produktivitas inovasi di AII didukung model pembelajaran berbasis Teaching Factory. Melalui skema ini, mahasiswa terlibat langsung dalam aktivitas industri sejak semester awal, mulai dari riset, desain, pembuatan purwarupa, proses produksi hingga pemasaran produk.
Sejak berdiri, fokus inovasi mahasiswa AII diarahkan pada sektor transportasi, khususnya komponen otomotif dan kursi kereta api.
Di sektor otomotif, berbagai produk motoparts hasil karya mahasiswa dipasarkan melalui merek ARUMI Motoparts. Produk seperti swing arm, cover engine, hingga head billet disebut telah mencatat penjualan lebih dari satu juta unit melalui platform e-commerce.
Sementara pada proyek kursi kereta api, mahasiswa AII melalui PT DTECH Inovasi Indonesia berkolaborasi dengan PT Industri Kereta Api dan PT IMSC dalam pengembangan kursi untuk armada kereta generasi baru milik KAI. Proyek tersebut mencakup produksi lebih dari 1.400 kursi kelas eksekutif dan lebih dari 100 kursi luxury revolving.
Ke depan, AII menargetkan peningkatan inovasi di sektor lain sekaligus memperluas jumlah paten dan desain industri dari produk yang dikembangkan.
