YOGYAKARTA – Gitaris sekaligus motor utama band rock ternama Kotak, Cella, resmi memutuskan untuk memindahkan basis kehidupannya ke Yogyakarta. Langkah musisi bernama asli Mario Marcella ini menjadi sorotan publik setelah ia secara konsisten membagikan potret hunian impiannya yang jauh dari hiruk-pikuk kemacetan Jakarta.
Keputusan Cella untuk memboyong keluarganya ke Kota Pelajar bukan sekadar tren ikut-ikutan, melainkan sebuah misi untuk mencari kualitas hidup dan keseimbangan antara karier serta keluarga.
Membangun “Istana” di Tengah Sawah
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian netizen adalah desain rumah Cella yang mengusung konsep industrial namun menyatu dengan alam. Terletak di area yang dikelilingi persawahan hijau, rumah tersebut menawarkan pemandangan yang kontras dengan beton-beton ibu kota.
“Jogja punya energi yang berbeda. Di sini saya bisa lebih fokus berkarya tanpa harus terdistraksi oleh keriuhan kota besar,” ujar Cella dalam sebuah sesi wawancara beberapa waktu lalu.
Alasan di Balik Pemilihan Yogyakarta
Ada beberapa faktor utama yang membuat sang gitaris akhirnya menjatuhkan pilihan pada Jogja:
-
Lingkungan yang Kondusif untuk Anak: Cella ingin anak-anaknya tumbuh di lingkungan yang lebih tenang dengan nilai budaya yang kuat.
-
Biaya Hidup dan Kenyamanan: Meski berstatus sebagai musisi papan atas, Cella mengapresiasi ritme hidup Jogja yang lebih santai (slow living).
-
Inspirasi Tanpa Batas: Suasana pedesaan yang asri diklaim menjadi bahan bakar baru dalam meramu riff-riff gitar untuk proyek musiknya mendatang.
Tetap Eksis Bersama Kotak
Meski berjarak ratusan kilometer dari personil Kotak lainnya—Tantri dan Chua—yang masih berdomisili di Jakarta, hal ini tidak menjadi hambatan bagi profesionalisme band tersebut. Koordinasi antar personil tetap berjalan lancar berkat kemajuan teknologi dan jadwal terbang yang fleksibel.
Kepindahan Cella seolah menegaskan tren baru di kalangan publik figur Indonesia: bahwa kesuksesan tidak harus selalu dirayakan di jantung Jakarta, dan kebahagiaan seringkali justru ditemukan di tempat yang paling tenang.
Kini, di sela-sela jadwal tur Kotak yang padat, Cella bisa pulang ke Jogja, menyesap kopi di teras rumahnya, dan menikmati hamparan sawah yang menjadi “studio” inspirasi pribadinya.
