{"id":1140,"date":"2026-06-01T05:50:27","date_gmt":"2026-06-01T05:50:27","guid":{"rendered":"https:\/\/sedulurjogja.com\/?p=1140"},"modified":"2026-06-01T05:50:27","modified_gmt":"2026-06-01T05:50:27","slug":"pusat-dan-pemkot-yogyakarta-bahas-peluang-pembangunan-rumah-vertikal-di-giwangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/2026\/06\/01\/pusat-dan-pemkot-yogyakarta-bahas-peluang-pembangunan-rumah-vertikal-di-giwangan\/","title":{"rendered":"Pusat dan Pemkot Yogyakarta Bahas Peluang Pembangunan Rumah Vertikal di Giwangan"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Kawasan Taman Keselamatan Lalu Lintas Giwangan berpeluang menjadi salah satu lokasi pengembangan hunian vertikal di Kota Yogyakarta. Rencana tersebut mengemuka setelah Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah, meninjau langsung kawasan tersebut bersama Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, Jumat (29\/5\/2026).<\/p>\n<p>Peninjauan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat mencari lokasi strategis di tengah kota untuk pembangunan hunian baru yang mampu menjawab tantangan kepadatan permukiman di kawasan perkotaan.<\/p>\n<p>Menurut Fahri Hamzah, pembangunan kawasan hunian di pusat kota dinilai lebih efektif dibanding mendorong masyarakat tinggal semakin jauh ke wilayah pinggiran. Jika permukiman terus berkembang ke luar kota, berbagai persoalan baru dapat muncul, mulai dari meningkatnya kebutuhan transportasi hingga terbatasnya akses terhadap fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit.<\/p>\n<p>Karena itu, pemerintah mulai mendorong konsep hunian vertikal sebagai solusi atas keterbatasan lahan, khususnya di Pulau Jawa yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia.<\/p>\n<p>Fahri menilai kawasan Giwangan memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena berada di atas aset milik negara. Kondisi tersebut memungkinkan biaya pengadaan lahan dapat ditekan sehingga harga hunian yang dibangun nantinya lebih terjangkau bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKalau tanahnya milik negara, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun BUMN, biaya tanah bisa ditekan sehingga program rumah vertikal murah lebih memungkinkan untuk diwujudkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan bahwa pembangunan hunian vertikal tidak hanya berorientasi pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga harus memperhatikan kualitas hidup masyarakat. Standar hunian yang layak, lingkungan yang sehat, serta akses terhadap fasilitas publik tetap menjadi bagian penting dalam perencanaan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyambut positif gagasan tersebut. Namun ia menegaskan bahwa fungsi utama kawasan Giwangan harus tetap dipertahankan, termasuk sebagai terminal dan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.<\/p>\n<p>Menurut Hasto, salah satu konsep yang memungkinkan untuk dikembangkan adalah pemanfaatan area bawah sebagai terminal dan ruang publik, sementara area di atasnya digunakan sebagai hunian vertikal. Meski demikian, rencana tersebut masih memerlukan kajian mendalam sebelum direalisasikan.<\/p>\n<p>Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga menaruh perhatian pada keberadaan ruang terbuka hijau. Hasto menegaskan pembangunan hunian vertikal harus berjalan seiring dengan penyediaan ruang publik yang memadai agar kualitas lingkungan perkotaan tetap terjaga.<\/p>\n<p>Dengan dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kawasan Giwangan kini menjadi salah satu lokasi yang berpeluang masuk dalam program pengembangan hunian vertikal perkotaan di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan hunian masyarakat sekaligus menjaga tata ruang Kota Yogyakarta tetap berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA \u2013 Kawasan Taman Keselamatan Lalu Lintas Giwangan berpeluang menjadi salah satu lokasi pengembangan hunian vertikal di Kota<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1141,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,2],"tags":[79,54,78,80,81,82],"post_badge":[],"class_list":["post-1140","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","category-hunian-nyaman","tag-fahri-hamzah","tag-hasto-wardoyo","tag-hunian-vertikal","tag-kementerian-pkp","tag-perumahan-rakyat","tag-rumah-susun"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/sedulurjogja.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260529174016.jpeg",1080,597,false],"thumbnail":["https:\/\/sedulurjogja.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260529174016-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/sedulurjogja.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260529174016-300x166.jpeg",300,166,true],"medium_large":["https:\/\/sedulurjogja.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260529174016-768x425.jpeg",640,354,true],"large":["https:\/\/sedulurjogja.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260529174016-1024x566.jpeg",640,354,true],"1536x1536":["https:\/\/sedulurjogja.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260529174016.jpeg",1080,597,false],"2048x2048":["https:\/\/sedulurjogja.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260529174016.jpeg",1080,597,false],"reviewnews-featured":["https:\/\/sedulurjogja.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260529174016-1024x566.jpeg",1024,566,true],"reviewnews-large":["https:\/\/sedulurjogja.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260529174016-825x575.jpeg",825,575,true],"reviewnews-medium":["https:\/\/sedulurjogja.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260529174016-590x410.jpeg",590,410,true]},"author_info":{"info":["Wartawan"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/category\/gaya-hidup\/\" rel=\"category tag\">Gaya Hidup<\/a> <a href=\"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/category\/hunian-nyaman\/\" rel=\"category tag\">Hunian Nyaman<\/a>","tag_info":"Hunian Nyaman","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1140","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1140"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1140\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1142,"href":"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1140\/revisions\/1142"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1140"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1140"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1140"},{"taxonomy":"post_badge","embeddable":true,"href":"https:\/\/sedulurjogja.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/post_badge?post=1140"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}