YOGYAKARTA – Di tengah gempuran modernisasi dan gaya hidup serba cepat, seorang pemuda bernama Zendy Kurniawan Narasoma (35) memilih jalan hidup yang kontras namun penuh makna. Ia memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya sebagai Abdi Dalem di Keraton Yogyakarta, membuktikan bahwa tradisi leluhur tetap memiliki tempat istimewa di hati generasi muda.
Langkah Zendy ini bukan sekadar tugas, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan pengabdian budaya yang membawa aura positif bagi dirinya dan lingkungan sekitar.
Meneruskan Estafet Budaya
Zendy, yang kini menyandang nama pemberian dalem Raden Penewu Murdo Kartikamurti, awalnya merupakan seorang surveyor lepas yang kerap bepergian keluar kota. Namun, panggilan hati untuk berbakti kepada orang tua dan meneruskan jejak sang kakek membawanya masuk ke balik benteng kokoh Keraton Yogyakarta pada Februari 2019.
“Jujur, saya mungkin belum pernah masuk ke Keraton kalau tidak jadi Abdi Dalem. Hari pertama itu rasanya campur aduk; ada rasa penasaran sekaligus takut. Tapi setelah masuk, saya merasa sangat diayomi oleh para senior, seperti anak sendiri,” kenang Zendy dengan nada hangat.
Kebanggaan di Balik Seragam Lurik
Mengenakan pakaian pranakan jangkep yang terdiri dari lurik dan jarik bukanlah perkara mudah bagi banyak orang. Namun bagi Zendy, setiap helai kain yang ia kenakan adalah simbol identitas dan kebanggaan.
Meskipun di awal keputusannya ia sempat diragukan oleh rekan sebaya yang menyangsikan ketahanannya, Zendy justru membuktikan sebaliknya. Kedisiplinan dan tata krama yang ia pelajari di Keraton—seperti konsep unggah-ungguh—telah mentransformasi pribadinya menjadi sosok yang lebih tenang dan santun.
Lebih dari Sekadar Tugas: Sebuah ‘Suri Tauladan’
Bertugas di unit Parentah Hageng, keseharian Zendy kini diisi dengan pelayanan administrasi dan urusan internal keraton. Baginya, menjadi Abdi Dalem berarti menjadi ‘Abdi Budaya’.
“Menjadi Abdi Dalem adalah upaya memelihara kebudayaan tempat kita lahir. Di sini saya belajar silsilah, mendalami sejarah, dan yang paling penting adalah belajar menjadi contoh yang baik bagi masyarakat lewat tata krama,” tuturnya.
Pesan Positif untuk Generasi Muda
Kisah Zendy memberikan warna baru dalam narasi kehidupan pemuda di Yogyakarta. Di saat banyak orang mengejar materi sebagai satu-satunya indikator kesuksesan, Zendy menemukan kebahagiaan melalui ketenangan batin dan kelestarian budaya.
Kehadirannya di Keraton Yogyakarta menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai tradisional tidaklah kuno, melainkan fondasi karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman. Bagi Zendy dan para Abdi Dalem lainnya, pengabdian bukanlah soal apa yang didapat, melainkan tentang apa yang bisa dijaga untuk masa depan.
“Sesuatu yang dikerjakan dengan niat tulus dan mantap, akan terasa ringan dan membawa berkah.” – Zendy Kurniawan Narasoma.
