Tren Artis dan Pengusaha Pindah ke Jogja Kian Menguat
Yogyakarta — Fenomena perpindahan artis dan pengusaha ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa tahun terakhir semakin terlihat. Kota yang selama ini dikenal sebagai pusat budaya dan pendidikan kini mulai menjadi pilihan hunian sekaligus basis bisnis baru bagi kalangan publik figur dan pelaku usaha.
Sejumlah nama publik figur tercatat telah menetap atau aktif beraktivitas di Jogja. Musisi Rio Febrian misalnya, memilih tinggal di Yogyakarta karena faktor kenyamanan dan suasana yang lebih tenang dibanding kota besar. Ia menilai lingkungan Jogja mendukung produktivitas sekaligus kualitas hidup.
Hal serupa juga dilakukan oleh pasangan Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo yang memutuskan menetap di Jogja sejak beberapa tahun terakhir. Keputusan tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan lingkungan yang lebih ramah keluarga serta ritme hidup yang tidak terlalu padat.
Tidak hanya untuk tempat tinggal, sejumlah artis dan pengusaha juga mulai mengembangkan usaha di Yogyakarta. Sektor kuliner, penginapan, hingga industri kreatif menjadi pilihan utama. Kehadiran mereka dinilai turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan tertentu.
Pengamat menilai tren ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya biaya hidup yang relatif lebih terjangkau, perkembangan infrastruktur, serta fleksibilitas kerja pascapandemi. Akses menuju Yogyakarta International Airport yang semakin baik juga memperkuat konektivitas, sehingga mobilitas ke kota lain tetap mudah dilakukan.
Selain itu, perubahan pola kerja yang semakin fleksibel membuat banyak profesional tidak lagi harus berbasis di Jakarta atau kota besar lainnya. Kondisi ini membuka peluang bagi daerah seperti Yogyakarta untuk menjadi alternatif hunian sekaligus pusat aktivitas ekonomi baru.
Meski demikian, pengamat mengingatkan bahwa tren ini juga perlu disikapi secara bijak. Lonjakan minat terhadap suatu kawasan berpotensi mendorong kenaikan harga properti secara cepat, yang jika tidak diimbangi dengan perencanaan matang dapat menimbulkan ketimpangan.
Pemerintah daerah diharapkan mampu mengelola pertumbuhan ini agar tetap berkelanjutan, termasuk melalui pengaturan tata ruang dan penguatan infrastruktur pendukung.
Dengan meningkatnya minat dari kalangan artis dan pengusaha, Yogyakarta dinilai tengah memasuki fase baru sebagai kota hunian dan investasi yang tidak hanya bertumpu pada sektor budaya dan pendidikan, tetapi juga ekonomi kreatif dan gaya hidup.
