JOGJA – Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo terus menunjukkan perkembangan. Hingga Mei 2026, sejumlah ruas telah selesai dibangun dan beroperasi, sementara beberapa paket pekerjaan lainnya memasuki tahap akhir konstruksi.
Data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) per 22 Mei 2026 mencatat ruas Kartasura-Klaten dan Klaten-Prambanan telah rampung serta melayani pengguna jalan. Kedua ruas tersebut merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo yang memiliki panjang total 96,57 kilometer.
BPJT menyebut jalan tol ini akan menjadi salah satu infrastruktur penting yang menghubungkan wilayah Solo, Yogyakarta, hingga Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulonprogo. Kehadirannya diharapkan dapat mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata.
“Ruas tol ini akan menjadi akses strategis menuju Yogyakarta dan Bandara YIA, menghadirkan perjalanan yang lebih cepat, aman, dan nyaman,” tulis BPJT melalui akun media sosial resminya.
Pembangunan proyek dibagi ke dalam tiga tahap. Tahap pertama meliputi ruas Kartasura-Purwomartani sepanjang 42,37 kilometer, Purwomartani-Maguwoharjo sepanjang 3,62 kilometer, serta Trihanggo-Junction Sleman sepanjang 3,25 kilometer.
Untuk progres terkini, ruas Prambanan-Purwomartani telah mencapai 95,28 persen. Sementara ruas Purwomartani-Maguwoharjo mencapai 39,52 persen dan ruas Junction Sleman-Trihanggo mencapai 80,74 persen.
Adapun tahap kedua mencakup pembangunan ruas Junction Sleman-Purworejo sepanjang 38,57 kilometer. Sedangkan tahap ketiga meliputi ruas Maguwoharjo-Trihanggo sepanjang 8,75 kilometer.
BPJT menilai keberadaan jalan tol ini akan meningkatkan efisiensi waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat konektivitas antardaerah di kawasan Jawa Tengah dan DIY.
Sementara itu, Kepala BPJT Kementerian Pekerjaan Umum, Wilan Oktavian, menyampaikan bahwa pembangunan tahap kedua dan ketiga masih berjalan seiring proses pembebasan lahan yang belum sepenuhnya selesai.
Pemerintah menargetkan seluruh ruas Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo dapat beroperasi penuh pada 2028. Jalan tol ini dirancang dengan kecepatan hingga 100 kilometer per jam, memiliki konfigurasi 2×3 lajur, serta dilengkapi 11 simpang susun untuk mendukung kelancaran akses ke berbagai kawasan strategis.
